Secangkir kopi nikmat tak asal dibuat. Perlu pengetahuan dan teknik khusus. Jika sudah tahu rahasia-rahasia kecil itu, Anda tentu tak mau lagi sembarangan menyeduh secangkir kopi. Malah mungkin bakal berhenti merokok karena penggemar rokok sejati itu tidak merokok…..
Kalimat itu menjadi kutipan penjelasan yang dituliskan di bagian belakang cover majalah ini. Saya mendapatkan majalah ini terselip di sekian deretan majalah yang diterbitkan dalam sepekan itu, sekitar awal 2008 di Toko Buku “Gunung Agung” Jakarta. Saya merasa perlu mengulas sedikit dengan beberapa kutipan dari majalah unik ini yang diterbitkan sebagai salah satu dari serial “Gaya Hidup Sehat”.
Kebiasaan minum kopi adalah rutinitas yang biasa kami lakukan bersama teman-teman. Ketika tiba Bulan Puasa seperti sekarang ini, kami mengalihkan aktivitasnya di malam hari, di beberapa tempat berbeda daripada kedai kopi favorit yang biasanya. Beberapa teman agak mengeluh, karena kualitas kopi yang disajikan tidak senikmat seduhan kedai kopi langganan kami. Oleh sebab itulah, saya tergelitik untuk mencari kembali majalah yang telah sekian bulan saya beli, akhirnya ditemukan di tumpukan majalah-majalah favorit saya. Di dalam cerita yang tersajikan sebagai perjalanan panjang si “Hitam Pahit” dari asal muasalnya, sampai ke cara penyajian agar terasa nikmatnya.
Menurut cerita—seperti saya kutipkan di bagian awal majalah ini—di tanah Afrika Timur hiduplah seorang gembala kambing bernama Kaldi. Suatu malam kambing-kambingnya hilang, keesokan harinya ia menemukan kambing-kambingnya terlihat gembira, bergerak lincah di dekat pohon berdaun gelap berbuah merah. Penasaran, Kaldi ikut mengunyah buah tadi dan segera ia merasa lebih berenersi. Ia menduga, prilaku kambingnya yang aneh disebabkan oleh biji buah yang kelak akan dikenal sebagai “kopi”.
Diungkapkan pula secara menarik di dalam “A Passion of Coffee” tadi adalah Rahasia-Rahasia Kecil Untuk Kopi agar lebih nikmat. Diantaranya adalah (1) Jangan biarkan kopi tubruk lebih dari 20 menit. Flavor kopi yang nikmat akan lenyap begitu saja bila didiamkan lebih dari 20 menit. Bila ingin lebih nikmat, beli biji kopi panggang, lalu giling sendiri ketika ingin menyeduhnya. (2). Jodoh ideal minum kopi, menyesuaikan makanan kecil dengan jenis kopi yang diminum. Untuk jenis kopi Indonesia paling cocok dipadukan dengan kacang tanah atau singkong goreng. (3) Penikmat kopi sejati tidak merokok. Kopi adalah komoditi yang sangat sensitif, sehingga bau asap rokok akan merusak aroma dari rasa kopi. (4) Disimpan seperti obat, maksudnya tempat ideal untuk menyimpan kopi agar terjaga kenikmatannya adalah tempat bersih, kering, tertutup rapat, sejuk dan gelap. (5) Dua sendok makan untuk 200 ml air, demikianlah takaran yang pas untuksebuah kenikmatan. Aduk campuran air mendidih dan bubuk kopi, agar minyak di dalam kopi tercampur dengan air. Baru ditambahkan dengan gula secukupnya. (6) Lebih baik dimasukkan ke termos. Maksudnya, kelebihan kopi panas sebaiknya jangan terus menerus dihangatkan dalam mesin pembuat kopi, tapi segera masukkan ke dalam termos.
Demikianlah sedikit ‘cerita’ tentang kopi. Selamat menikmati kopi dengan senikmat-nikmatnya……

lieza-c@ntiq said,
September 13, 2008 at 8:11 pm
Mungkin terasa kurang nikmat,…krn udah kekenyangan waktu berbuka puasa..Hik! Siapa blg minum kopi yg enak hrs di wrg kopi? Tips membuat kopi enak: cangkir dan sendok kecilnya disiram dg air mendidih, masukan gula dan kopi dg takaran 2:1 tuangkan air mendidih aduk rata….selamat menikmati!!!
ceritasenja said,
September 13, 2008 at 8:28 pm
maaf, gak pernah mampir lagi….
kopi ya? sepertinya kopi itu enak ya..sayang saya gak bisa minum kopi. garagaranya perut selalukembung dan perih kalo minum kopi..
hujanjam13 said,
September 14, 2008 at 12:33 am
@lieza-c@ntiq : cangkir dan sendok kecilnya disira dg air mendidih,
dan, hati-hati sendoknya jangan ketelan!
@ceritasenja : Ah, akhirnya mampir lagi. Makanya, minum kopi harus
ada ‘temen’ kopinya biar gak kembung dan perih…
Bang Yudi said,
September 14, 2008 at 1:49 am
Ngopi adalah hal yang paling enak, tapi musti ada rokok. Nah Gudang Garam Nusantara nih yang susah nyarinya.
Pakde said,
September 14, 2008 at 3:30 am
Satu lagi Om, jangan menyeduh kopi yang sudah apek.
Rasanya coba bayangkan sendiri om….
hujan jam 13 said,
September 15, 2008 at 8:38 pm
@bang yudi : Gudang garam nusantara tu memang matching-nya kopi…..
@pak de : Kopi apek, jin juga ndak demen, mas…..salam kenal
donidst009 said,
September 20, 2008 at 11:52 pm
Pada dasar nya kopi itu tergantung siapa yang membuat dan siapa yang meminumnya. Jika yang membuat seoarang yang ahli (pakarnya) pastilah enak rasa kopi itu oleh yang sdh biasa ngopi, tapi lain hal bila diminum oleh yang tidak biasa ngopi. bila di tanya pasti dijawab. biasa aja. he3x
Bang Yudi said,
September 21, 2008 at 3:24 pm
Kopi enak bukan dari siapa yang bikin air kopi tersebut tetapi asal buah kopi, cara pemanenannya, cara pengolahannya & cara pembeliannya. Kalo 3 cara di depan sudah benar tapi pembeliannya caranya ngutang tetap aja gak enak kopinya.
.
elly rosali said,
December 25, 2008 at 11:51 am
Kopi? rokok dan kopi itu soulmate suamiku, kalau lagi jutek dan banyak pekerjaan kayaknya cuma itu yang bisa bikin ‘blink-blink’ pikirannya. Dan seduhan kopi yang enak itu ada triknya dan tergantung pada jam terbang si pembuatnya he…he…(rentang waktu ngasi komen terlalu jauh ya?)
sita said,
January 4, 2009 at 5:45 am
AI luphe………. cuupiiiiiii
MY life is AAAAAAAAAALLLl about cuupi…